“Kebetulan ada lawan yang spek-nya di bawah 800 meter. Hasil negosiasi sepakat jadi 600 meter. Pertama memang kalah karena bocor komporesi di head. Ke-2 malah bisa ninggal jauh motor lawan,” bangga mekanik di Jl. H. Naman, Blok R6, Pondok Kelapa, Jaktim.
Diakui Hari, motor tunggangan Dani Tilil ini tak banyak diubah untuk turun spek. Hanya agar mantap akselarasi tanpa mengurangi performa di top-speed. Seperti kompresi, awalnya 12,5:1 buat trek 600 meter naik jadi 13,5:1. Atu bisa dibilang naik satu poin agar putaran mesin bawah jadi lebih responsif.
"Maklum, trek lebih pendek kudu manjakan akselarasi. Apalagi rasio gigi 1 sampai 6 yang digarap koh Nanang Gunawan dari MCC untuk trek 800 meter masih dipakai. Paling gir ganti dari 16/34 jadi 15/35,” ujar mekanik disapa Uda ini.
“Paking atas pakai standar 1 lembar. Paking bawah selain diganjal pelat aluminum 2 cm juga ditambah paking standar 1,5 mm,” ulas bapak dua anak ini.
Gabungan bensol biru, Pertamax dan udara dari karbu NSR SP reamer jadi 32 mm dengan spuyer 135/50. Buka-tutup diatur klep Thunder 125 yang punya ukuran 26 mm (in) dan 23 mm (ex).Diimbangi durasi kem 260 derajat baik untuk klep in maupun out.
Minggu, 20 Maret 2011
Modif Suzuki Satria F-150, Turun Spek Demi Lawan
Diposting oleh
rendy nganjuk
di
20.10
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Blog Archive
-
▼
2011
(12)
-
▼
Maret
(12)
- Suzuki Arashi 125, 200 cc Paking Standar!
- Menjawab Tantangan
- Modif Suzuki Satria F-150, Turun Spek Demi Lawan
- Modif Yamaha Jupiter Z Juara MP2, Kejar Putaran Bawah
- Modif Yamaha Mio, Sudah Dilamar Bro..!!
- Modif KTM 250SXF Part Option Campuran 4 Tak
- Modif Yamaha Mio 2008, Hasil Studi Thailand
- Modif Yamaha Vixion 2009, Obsesi R6
- Modif Suzuki Satria F-150 2008, Piston CBR Terbukt...
- Yamaha mio si centil
- Mio Jawara Matik 200cc
- Mio Kem Kerbau 8,2 Detik
-
▼
Maret
(12)
0 komentar:
Posting Komentar